Sistem Struktur Tahan Gempa

Sistem Struktur Tahan Gempa

Pada bangunan tinggi  tahan  gempa  umumnya  gaya-gaya pada kolom  cukup  besar  untuk menahan  beban  gempa yang terjadi  sehingga  umumnya  perlu menggunakan elemen-elemen  struktur  kaku  berupa dinding  geser  untuk menahan  kombinasi  gaya  geser,  momen,  gaya  aksial  yang timbul  akibat  beban  gempa. Dinding  geser  yang  kaku  pada bangunan,  akan menyerap  sebagian  besar beban gempa. Kerja sama  antara  sistem  rangka  penahan  momen dan dinding  geser  merupakan  suatu keadaan khusus,  dimana dua struktur yang  berbeda  sifatnya  tersebut  digabungkan. Dari  gabungan  keduanya  diperoleh  suatu  struktur  yang lebih  kuat  dan  ekonomis.

Kerja  sama  ini  dapat  dibedakan  menjadi beberapa macam sistem  struktur :

 1. Sistem dinding  penumpu  yaitu  sistem  struktur  yang tidak   memiliki  rangka  ruang  pemikul beban  gravitasi secara    Dinding penumpu  atau sistem  bresing memikul  hampir semua  beban  gravitasi.  Beban  lateral dipikul dinding  geser  atau rangka  bresing.  Sistem Dinding  Penumpu, yang bisa  diklasifikasikan  sebagai berikut :

a. DSBB ( Dinding Struktural Beton Biasa)

b. DSBK (Dinding Struktural Beton Khusus)

 2. Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM),  yang  dapat diklasifikasikan,  sebagai berikut,

a. SRPMB (Sistem Rangka Pemikul  Momen  Biasa)

b. SRPMM (Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah)

c. SRPMK (Sistem Rangka Pemikul  Beban Khusus)

Sistem  rangka  pemikul  momen  ini  pada  dasarnya memiliki  rangka  ruang  pemikul  beban  gravitasi  secara lengkap.  Beban lateral  dipikul  rangka  pemikul momen terutama  melalui  mekanisme  lentur.

3. Sistem interaksi dinding geser dengan rangka

placeholder2 - Sistem Struktur Tahan Gempa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *