Ruang Lingkup Perencanaan Jalan Raya
  • Trase rencana / Penentu lintasan

Berdasarkan peta topografi yang disediakan, dimana titik asal (origin) dan tujuan telah ditentukan, dilakukan pencarian lintasan.

Langkah awal adalah memperhatikan situasi medan, contour tersebut terus ditelusuri untuk mencari lintasan yang sesuai dengan PPGJR (Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya) No. 13 tahun 1970.

  • Merencanakan alinyemen horizontal

Perencanaan alinyemen horizontal merupakan perencanaan tikungan lengkap komponen-komponennya. Dalam perencanaan tikungan pada rancangan meliputi Spiral-Circle-Spiral dan Full Circle.

  • Merencanakan alinyemen vertikal

Alinyemen vertikal ini merupakan memanjang jalan, pada potongan ini terlihat lingkungan dan besarnya tanjakan. Perencanaan alinyemen vertikal ini didasarkan pada beberapa syarat, yaitu syarat keamanan, kenyaman dan drainase untuk ,masing-masing beda kelandaian yang ada.

  • Pekerjaan subgrade contour

Adapun pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Cut dan Fill yaitu pemotongan dan penimbunan pada keadaan tanah/muka tanah yang telah ditentukan. Pada keadaan cut, tanah digunakan untuk mengisi ke daerah fill dan apabila tidak cukup/kurang maka dapat diambil dari borrow pit, seandainya kelebihan dapat dibuang ke disposal place, seperti halnya tanah stripping.

Compaction (Pemadatan) yaitu usaha untuk memadatkan tanah yang telah mengalami pengusikan agar dapat menahan beban yang ada di atasnya. Pemadatan ini dilakukan baik pada daerah Cut maupun fill. Serta pemadatan material pada lapisan sub base dan base.

  • Gambaran Umum Perencanaan Jalan

            Dalam merencanakan suatu jalan raya diinginkan pekerjaan yang relatif mudah dengan menghindari pekerjaan (galian) dan timbunan (fill) yang besar. Dilain pihak kendaraan yang beroperasi di jalan raya menginginkan jalan yang relatif lurus, tidak ada tanjakan atau turunan. Objek keinginan itu sulit kita jumpai mengingat keadaan permukaan bumi yang relatif tidak datar.

(Silvia : 37) ada beberapa faktor yang mempengaruhi Perencanaan Geometrik Jalan Raya diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Kelas Jalan
  • Kecepatan rencana
  • Standar Perencanaan
  • Penampang melintang
  • Alinyemen Horizontal
  • Alinyemen Vertikal
  • Bentuk Tikungan
  • Perhitungan Kubikasi

 

  • Kelas jalan

Jalan dibagi dalam kelas-kelas yang penempatannya didasarkan pada fungsinya juga dipertimbangkan pada besarnya volume serta sifat lalu lintas yang diharapkan akan menggunakan jalan yang bersangkutan.

  • Kecepatan rencana

Kecepatan rencana yang dimaksud adalah kecepatan maksimum yang diizinkan pada jalan yang akan direncanakan sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi pemakai jalan tersebut. Dalam hal ini harus disesuaikan dengan tipe jalan yang direncanakan.

            Adapun pengaruh keadaan medan terhadap perencanaan suatu jalan raya meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Tikungan : Jari-jari tikungan pada pelebaran perkerasan diambil sedemikian rupa sehingga terjamin keamanan dan kenyamanan jalannya kendaraan dan pandangan bebas harus cukup luas.
  2. Tanjakan : Dalam perencanaan diusahakan agar tanjakan dibuat dengan kelandaian sekecil mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *