cement 406822 640 - Perbandingan Air Semen Dan Workabilitas

Perbandingan Air Semen Dan Workabilitas

Di dalam campuran beton, air mempunyai dua buah fungsi :

1. Untuk memungkinkan reaksi kimia yang menyebabkan pengikatan dan berlangsungnya pengerasan.

2. Sebagai Pelincir campuran kerikil, pasir, dan semen agar memudahkan percetakan.

Seperti pada reaksi kimia lainnya, semen dan air dikombinasikan dalam proporsi tertentu. Untuk semen portland, 1 (satu) bagian berat semen membutuhkan sekitar 0,25 bagian berat air untuk hidrasi. Akan tetapi, beton yang mengandung proporsi air yang sangat kecil, menjadi sangat kering dan sangat sukar dipadatkan.  Oleh karena itu dibutuhkan tambahan air untuk menjadi pelincir campuran agar dapat dikerjakan, dan karena seluruh bagian air menguap ketika beton mengering, dengan meninggalkan rongga-rongga, penting dalam hal ini untuk menjaga air yang digunakan seminimal mungkin.

Beton yang paling padat dan kuat diperoleh dengan menggunakan jumlah air yang minimal konsisten dengan derajat workabilitas yang dibutuhkan untuk memberikan kepadatan maksimal. Semakin tinggi nilai Fas (faktor air semen) pada campuran beton maka nilai kuat tekan dan modulus elastisitas akan semakin rendah. Hubungan antara kuat tekan dengan modulus elastisitas beton pasca bakar yaitu semakin tinggi nilai kuat tekannya, maka semakin tinggi pula modulus elastisitasnya.

Istilah workabilitas dapat didefinisikan menjadi tiga buah sifat terpisah :

a. Kompakbilitas, atau kemudahan di mana beton dapat dipadatkan dan rongga-rongga udara diambil.

b. Mobilitas , atau kemudahan di mana beton dapat mengalir ke dalam cetakan disekitar baja tulangan .

c. Stabilitas, atau kemampuan beton untuk tetap sebagai massa yang homogen, koheren dan stabil selama dikerjakan dan digetarkan tanpa terjadi agregasi/pemisahan butiran dari bahan-bahan utamanya.

Air dalam takaran beton berasal dari 3 (tiga) sumber :

  1. Air yang diserap dalam agregat (wa)
  2. Air permukaan pada agregat (ws)
  3. Air yang ditambahkan selama mencampur (wm)

Perbandingan air/semen = (ws + wm)/Wc  = w/Wc

dimana : Wc = berat semen

Hubungan antara perbandingan air/semen, banyaknya semen dalam campuran gradasi dari agregat, workabilitas dan kekuatan beton, pertama-tama dipelajari oleh Professor Abrams di Amerika. Pekerjaan ini dapat disimpulkan dalam suatu hukum perbandingan air semen dari Abrams, sebagai berikut :

” Pada bahan-bahan beton dan keadaan pengujian tertentu, jumlah air campuran yang dipakai menentukan kekuatan beton, selama campuran cukup plastis dan dapat  dikerjakan.”

Hukum ini memberi arti, bahwa beton yang dipadatkan sempurna dengan agregat yang baik dan pada kadar semen tertentu, kekuatannya tergantung pada perbandingan air semen.

placeholder2 - Perbandingan Air Semen Dan Workabilitas

Kenaikan faktor air/semen mempunyai pengaruh sebaliknya terhadap sifat-sifat beton, seperti :

  1. Permeabilitas ( sifat kedap air).
  2. Ketahanan  terhadap gaya frost ( pembekuan pada musim dingin) dan pengaruh cuaca.
  3. Ketahanan terhadap abrasi.
  4. Kekuatan tarik.
  5. Rayapan.
  6. Modulus rupture robek.
  7. Penyusutan beton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *