earthquake 1665898 640 - Metode Statis Pushover Non-Linier

Metode Statis Pushover Non-Linier

A. Metode Pushover

Metode pushover adalah satu metode untuk melakukan analisis non-linier statis maupun dinamis. Menurut SNI 03-1726-2002, analisis pushover atau analisis beban dorong statik adalah suatu cara analisis statik dua dimensi atau tiga dimensi linier dan non-linier, dimana pengaruh gempa rencana terhadap struktur gedung dianggap sebagai beban-beban statik yang menangkap pada pusat massa masing- masing lantai, yang nilainya ditingkatkan secara berangsur-ansur sampai melampaui pembebanan yang menyebabkan terjadinya pelelehan (sendi plastis) pertama di dalam struktur gedung, kemudian dengan peningkatan beban lebih lanjut mengalami perubahan bentuk elastoplastis yang besar sampai mencapai kondisi di ambang keruntuhan.

Untuk menguji kinerja terhadap gempa, dilakukan analisis secara non-linier karena bangunan tidak lagi berperilaku linier elastis pada saat terjadi beban lateral yang besar. Analisis statis pushover non-linier (analisis pushover) merupakan salah satu cara untuk mengetahui kinerja suatu struktur. Konsep dasar dari analisis pushover adalah memberikan pola beban lateral statis tertentu dalam suatu arah yang ditingkatkan secara bertahap. Penambahan beban lateral statis ini dihentikan sampai struktur tersebut mencapai target displacement atau beban tertentu (performance point) atau ketika struktur mencapai kondisi keruntuhan.

Dalam analisis proses pushover, satu sendi plastis mencapai kondisi leleh pertama yang kemudian diikuti dengan kondisi leleh pada sendi-sendi plastis lainnya. Hal ini terus berlanjut sampai akhirnya, simpangan pada puncak struktur mencapai simpangan target atau struktur memasuki kondisi tidak stabil. Proses pushover bisa dilakukan dengan prosedur load-controlled atau displacement-controlled. Prosedur load-controlled digunakan jika beban yang diaplikasikan telah diketahui nilainya. Misalnya beban gravitasi bisa diaplikasikan dalam pushover load-controlled. Prosedur displacement- controlled biasanya digunakan jika beban yang bisa ditahan oleh suatu struktur belum diketahui dengan pasti. Sehingga beban tersebut ditingkatkan sampai struktur mencapai suatu nilai simpangan target.

Kurva kapasitas (capacity curve) merupakan kurva hubungan antara perpindahan lateral lantai teratas/atap (displacement) dengan gaya geser dasar (base shear) sebagai hasil dari analisis pushover. Kondisi inelastis struktur   yang   hasilnya   diplotkan   kedalam   format   ADRS   (acceleration displacement response spectrum). Metode ini secara khusus telah built-in dalam program SAP 2000, proses konversi kurva pushover dan kurva respon spektrum yang direduksi dalam format ADRS dikerjakan otomatis dalam program.

B. Performance Point

Perfomance point adalah titik untuk mengetahui kapasitas dari suatu bangunan. Penentuan titik didapatkan berdasarkan perpotongan kurva respon spektrum dengan kurva kapasitas (capacity curve) yang didapatkan setelah melakukan analisis pushover.

Metode spektrum kapasitas menyajikan secara grafis tiga buah grafik yaitu spektrum kapasitas (capacity spectrum), respons spektrum dan spektrum demand dalam format ADRS. Untuk mengetahui perilaku dari struktur yang ditinjau terhadap intensitas gempa yang diberikan, kurva kapasitas kemudian dibandingkan dengan tuntutan (demand) kinerja yang berupa respons spektrum berbagai intensitas (periode ulang) gempa. Target perpindahan diperoleh melalui titik perpotongan antara spektrum kapasitas dan spektrum demand dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

placeholder2 - Metode Statis Pushover Non-Linier

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *