concrete 1845046 640 - Konsep Dasar Beton Mutu Tinggi

Konsep Dasar Beton Mutu Tinggi

Beton mutu tinggi pada umumnya didefinisikan berdasarkan tingkat kekuatan tekan yang dicapainya. MacGregor (1997:71) mendefinisikan beton mutu tinggi sebagai beton dengan kuat tekan melebihi 6000 psi. Hal ini menyebabkan perbedaan persepsi di beberapa negara sesuai dengan tingkat kemajuan teknologinya dan terus direvisi sesuai dengan tingkat mutu yang telah berhasil dicapai (Mulyono, 2004:295).

Di negara kita pada tahun 1950-an beton yang mempunyai kuat tekan 30 MPa dikatagorikan sebagai beton mutu tinggi. Sedangkan pada masa sekarang beton dengan kuat tekan 55 MPa dikatagorikan sebagai beton mutu tinggi. Sebagai perbandingan di negara Eropa beton dengan mutu 60 MPa telah digunakan sejak tahun 1952 untuk pembangunan jembatan-jembatan berbentang panjang (Mulyono, 2004:295)

Pertimbangan ekonomis menjadi perhatian utama penggunaan beton mutu tinggi. Peningkatan mutu beton dengan dimensi beton yang lebih kecil dapat mengurangi beban mati suatu konstruksi dan secara keseluruhan dapat mengurangi biaya konstruksi. Secara arsitektural juga akan menguntungkan karena dengan dimensi beton yang kecil dan mempunyai kekuatan yang tinggi dapat membantu para arsitek untuk mendesain tata ruang yang lebih luas pada bangunan tinggi yang mana kita ketahui ketersedian lahan  pada kawasan perkotaan telah sempit (El-Reedy, 2009:204).

Perilaku beton mutu tinggi yang lebih getas daripada beton mutu normal dapat dilihat pada perbandingan perilaku kurva tegangan-regangan beton untuk kuat tekan yang berbeda-beda pada Gambar A. Kurva paling atas menunjukkan kurva tegangan regangan beton mutu tinggi yang mana penurunan kurva setelah pencapaian titik optimum curam karena daktilitasnya rendah dan terjadinya keruntuhan getas.

 

placeholder2 - Konsep Dasar Beton Mutu Tinggi

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan pada beton mutu tinggi  yaitu pasta semen, zona lekatan pasta semen dengan agregrat, kekuatan agregrat, serta komposisi penyusun beton (Newman dan Choo, 2003c:101).

Fungsi dari faktor pasta semen adalah faktor air semen. Faktor air semen ini adalah perbandingan jumlah air yang digunakan terhadap semen. Jumlah air yang banyak menyebabkan porositas pada beton sehingga kekuatan pasta semen menjadi lemah. Tetapi faktor air semen yang rendah dapat mengurangi kelecakan beton dan sulit pengerjaannya. Hal ini dapat ditanggulangi dengan penambahan bahan tambah superplasticizer.

Faktor zona lekatan pasta semen dengan agregrat dilihat pada ruang yang terbentuk akibat kristal Ca(OH)2 yang merupakan produk proses kimiawi semen. Hal ini dapat diminimalisasi dengan penambahan admixture seperti silica fume agar dapat mereaksikan kristal Ca(OH)2 menjadi CSH sehingga daya lekatan menjadi semakin kuat. Kemudian kekuatan agregrat menjadi perhatian terhadap kekuatan beton mutu tinggi. Kekuatan agegrat yang dipakai berbanding lurus dengan kekuatan beton yang dicapai. Faktor yang terakhir harus diperhatikan ialah komposisi dari bahan-bahan penyusun beton tersebut. Sehingga beton dapat menjadi material yang komposit serta semua material penyusunnya dapat bersama-sama menyumbang kekuatan beton.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *